Monday, November 15, 2010

sakti

Sore ini adrenalin saya terpacu, antara emosi dan waspada.

Ketika rencana tidak berjalan seperti yang kita inginkan, seringkali muncul kalimat-kalimat sakti dari mereka yang merasa sakti:
- Saya ga mau tau, pokoknya harus bisa...
- Ini datanya, saya mau hasilnya dikirim segera (aka. sekarang/timelimitnya kemarin)

Dua kalimat sakti yang saling mendukung, melelahkan.
Pada saat rencana tidak berjalan seperti yang diinginkan, tentu ada penyebab. Penyebab itu kemudian menjadi sebuah proses panjang yang harus dipahami resikonya dan diterima dengan jiwa besar.

Dan bahwa ada birokrasi yang hadir diluar pagar rumah kita. Kesaktian kita tidak selalu berhasil menembus tameng pertahanan tetangga.

Jadi, duduk manis saja ya, karena sore ini, ada resiko yang harus dibayar atas sebuah sebab panjang...

Sunday, November 14, 2010

klenik

Belakangan ini berita di tv semakin aneh dan (seringnya) penuh klenik. Pagi ini ada rusa jantan ditemukan masuk ke dapur rumah penduduk di sebuah kampung, tetapi kemudian dipercayai sebagai rusa 'jadi-jadian' karena tidak mempan dipotong dengan benda tajam apapun. Kemudian seekor ikan paus yang terdampar di sebuah pantai di daerah Probolinggo mati setelah gagal dikembalikan ke laut lepas oleh penduduk setempat.

Berita kematian paus ini tidak seberapa dibanding peristiwa yang terjadi setelahnya. Dalam tayangan tv tersebut, terdapat adegan seorang laki-laki berpeci sedang membacakan ayat Al Quran, ada beberapa sesajen diletakkan di atas tubuh hewan tak bernyawa tersebut dan bahkan diberitakan bahwa penduduk akan menguburkan ikan paus tersebut dalam keadaan terbungkus kain kafan.

Saya teringat sebuah artikel di majalah National Geographic edisi bulan Mei 2010 tentang Santo Meksiko. Dijelaskan bahwa peperangan antar kartel memperebutkan narkoba beserta rute penyelundupannya telah menimbulkan ketakutan besar bagi warga akibat perang senjata yang terjadi setiap hari, pembunuhan dan kekerasan di banyak wilayah Meksiko, sehingga seolah masuk akal apabila mereka berlindung pada Dewa Bandit Narkoba; Jesus Malverde yang dipuja pengedar narkoba. Ketakutan masyarakat Meksiko tersebut bahkan pernah menjadi berita dalam The Wall Street Journal (saya lupa terbitan kapan), disebutkan bahwa surat kabar terakhir yang menentang kartel narkoba pun akhirnya menyerah setelah 2orang jurnalis mereka di bunuh dalam waktu kurang dari 1minggu. Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa mereka akan memberitakan apapun yang diinginkan oleh para kartel narkoba, untuk mencegah lebih banyak lagi korban.

Kemudian saya melihat berita di tv lokal...

Apakah kemudian suatu hari nanti negara kita ini akan juga beralih menyembah apapun atas nama kesulitan hidup, ketidakadilan dan segala hal yang tidak diinginkan?

Seekor kambing berkaki lima pun dijadikan mata pencaharian dengan memberi tarif kunjungan plus-plus kepada mereka yang ingin melihat ataupun meminta sessuatu karena hewan tersebut di anggap sakti. Ada lagi cerita tentang pohon, batu, manusia yang dianggap memiliki kesaktian, mewujudkan keinginan manusia...

Banyak pendapat akan keberadaan hal gaib, percaya tidak percaya. Merupakan warisan kepercayaan leluhur, mitos ataupun hanya sekedar dongeng pengantar tidur.

Dan ya, tentu saja lebih menyenangkan apabila mereka tetap hadir hanya dalam mitos dan dongeng, seperti cerita tentang pundi emas di ujung pelangi... Cukup untuk menghadirkan sebentuk khayal penghadir senyum di ujung cerita.

Wednesday, November 10, 2010

stuck in a moment

I'm not afraid
Of anything in this world
There's nothing you can throw at me
That I haven't already heard
I'm just trying to find
A decent melody
A song that I can sing
In my own company

I never thought you were a fool
But darling look at you
You gotta stand up straight
Carry your own weight
These tears are going nowhere baby

You've got to get yourself together
You've got stuck in a moment
And now you can't get out of it

Don't say that later will be better
Now you're stuck in a moment
And you can't get out of it

I will not forsake
The colors that you bring
The nights you filled with fireworks
They left you with nothing

I am still enchanted
By the light you brought to me
I listen through your ears
Through your eyes I can see

And you are such a fool
To worry like you do
I know it's tough
And you can never get enough
Of what you don't really need now
My, oh my

You've got to get yourself together
You've got stuck in a moment
And you can't get out of it

Oh love, look at you now
You've got yourself stuck in a moment
And you can't get out of it

I was unconscious, half asleep
The water is warm 'til you discover how deep

I wasn't jumping, for me it was a fall
It's a long way down to nothing at all

You've got to get yourself together
You've got stuck in a moment
And you can't get out of it

Don't say that later will be better
Now you're stuck in a moment
And you can't get out of it

And if the night runs over
And if the day won't last
And if our way should falter
Along the stony pass

And if the night runs over
And if the day won't last
And if your way should falter
Along this stony pass

It's just a moment
This time will pass

...and so Bono&U2 was saying, good morning wednesday...

Tuesday, November 9, 2010

hey...

I may not do it right
Or say it loud

But hey,
Hear me now

I Love You

Yes, you!

I can repeat it million times

I love you
I love you
I love you
You!

Waktunya Bangun!

Entah kenapa, saya merasa tahun ini tingkat keceriaan saya ada pada titik yang cukup rendah. Beberapa keinginan dan harapan yang belum juga menunjukkan tanda-tanda pencapaian berulang kali muncul dan menggoyah keceriaan saya dalam menatap hidup. Sungguh sebuah penyebab yang sangat tidak pintar (kalau tidak mau disebut sangat bodoh).

Keadaan yang statis ini merupakan buah hasil karya saya sendiri yang tentu saja lebih sering mengerti dan tahu tapi juga tidak berbuat apa-apa. Ketakutan itu kadang terlalu membelenggu langkah saya untuk memulai sesuatu yang baru. Padahal saat ini pun saya tidak berada dalam zona nyaman yang (menurut saya) ideal.

Setelah proses tanya jawab berulang, saya berhasil menemukan hal yang terasa demikian menarik dan menimbulkan kesenangan dalam melakukannya. Kesenangan itu entah kenapa terasa hambar segera setelah saya membuat target dan rencana kedepan untuk meluaskan jalan. Sekali lagi, ketakutan dan kekhawatiran telah membelenggu langkah dan kreasi hati saya.

Ketakutan akan kegagalan.

Kalimat di atas bagai momok yang menghantui setiap langkah dan keputusan yang harus saya ambil dalam kelokan peristiwa dan lengkungan tanya yang tiada henti hadir.

Lalu kenapa kalau memang gagal?
Dunia toh tak akan runtuh dan menimpa kita kan?
Lalu kenapa kalau harus gagal, lagi dan lagi?

Michael Jordan, "I can accept failure, but I can't accept not trying".

Jleb! Kalimat di atas seolah menampar pipi saya bolakbalik dan menghadapkan nyawa saya kembali pada sebuah kenyataan.

Sudah waktunya saya kembali betul-betul menata hidup. Menerapkan segala teori kehidupan yang lekat di otak tapi tak terwujud dalam sikap.

Mengutip dari sini; hidup yang sekali ini digunakan sebaik mungkin, kita tinggalkan banyak jejak kebaikan bagi sekitar, dan pada saat meninggal nanti kita akan tersenyum sedangkan orang-orang di sekitar menangis karena kehilangan.

Doa Setelah Shalat Dhuha

Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.

Sunday, November 7, 2010

aahhh kamu...!

Menepiku dari deru nafas kota
Hingarbingar
Terangbenderang
Riuhramai

Ketka banyak mata terpejam
Dingin menggigit
Sepi memeluk
Kamupun hadir

Matamu yang menatap lembut
Deretan kata tertutur rapi
Hangat tubuhmu
Bahkan harum khas itupun menggelitik

Bersama doa sebelum tidur
Seulas senyum ku saji
Selamat malam sayang
Selamat datang dalam mimpi

ilusi

Waktu masih saja menjadi batas ilusi
Antara nyata dan harap
Dan kamu masih saja hadir
Dalam khayal dan fakta

Mereka bilang waktu akan menyembuhkan luka
Tapi waktu belum berteman denganku
Ia masih tegak bersikukuh
Bersisian dengan luka, berhadapan denganku

Prasangka sejujur apa yang harus ku saji sebagai penawar termanis agar alam bersekutu
Mendengar segala bisik pintaku
Prasangka macam apa yang harus ku tawarkan pada penguasa semesta
Agar mewujud seperti inginku

Kutulis lagi namamu
Yang hilang tersapu ombak

Dan

Kutulis lagi namamu
Yang hilang tersapu ombak