Sunday, July 17, 2011

...

Kepada langit kutitipkan segenap rasa yang memenuhi hati. Segalanya masih tentang kamu, yang hadir separuh purnama. Yang bergegas pergi bahkan ketika kopiku masih mengepul dan karenanya baru sedikit kusesap.

Entah matahari, bulan, hujan dan bintangkah yang telah bergunjing di belakangku, untuk sepakat menyiasati waktu, hingga hanya separuh purnama yang kupunya.

Betapa pagi adalah harapan dan ilusi yang berbatas setipis kabut. Kepadanya berbisik harap, untuk segera hadir menemukan wajahmu di semburat mentari, dan untuk pergi menjauh ketika wajahmu pun tiada lagi ada.

No comments: