Saturday, July 2, 2011

Rahasia semesta biar menjadi rahasia...

Rahasia semesta biar menjadi rahasia...

Bisikan hatiku mengajak beranjak, dari suatu senja cantik di sudut kota. Berteman secangkir kopi susu yang manisnya membuat lidahku menyapu bibir. Sungguh aku bukan perempuan yang dengan sengaja betah diam duduk sendiri dan berpikir, menyambungkan dan menyempurnakan kepingan puzzle yang terserak di hamparan benak. Tapi entah kenapa sore ini kakiku melangkah ke sudut kafe yang separuh pengunjungnya adalah orang asing. Pikiranku melayang, dari satu meja ke meja lain. Gelak tawa membahana, senyum simpul dan tatap penuh arti tampak memenuhi suasana kafe.

Dan aku duduk disini, sendiri. Tanpa buku maupun perangkat elektronik.

Kenapa?
Hanya kata itu yang terngiang di benak, timbul tenggelam dalam keriuhan kafe. Wajah yang sama ada tiada dalam pandang, berganti dengan wajah dalam nyata disekitarku.

Katanya, kebetulan itu tidak ada, segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna dan penuh maksud. Walau kita para pelaku seringkali pusing tujuh keliling, tidak mampu memaknai dan menghargai apapun yang disodorkan semesta ke hadapan.

Pusing tujuh keliling tidak sedang ku alami, perasaanku sedang datar, dingin. Entah bagaimana seharusnya rasa itu hadir dalam kekinian yang ada. Haruskah aku bersorak, berdiam dan menikmati, ataukah pergi. Segalanya semakin terasa abstrak, bagai hidup dalam gelembung sabun yang bias warna warni dalam terpa sinar. Ringkih, pecah tanpa sisa.

Dalam banyak kali, betapa pikirku menyeru pergi. Dalam banyak kali yang samapun suara kecil di hatiku menyeru pergi. Tetapi aku diam, tinggal dalam sajian warna warni semu. Entah untuk berapa lama lagi.

Bagai tercabik setiap kali, perjalanan kali ini bukan lagi sekedar terjun bebas maupun rollercoaster, aku kehilangan pembanding. Langkah majuku seakan melayang, terbang diantara langit dan bumi, jauh dari pijakan, tak kunjung tiba di angkasa.

Sungguh, aku lelah.
Tertatih langkahku sudah, bersama nafas yang semakin tipis dan satu-satu, dalam ngilu sekujur tubuh.

Apalah artinya rahasia, bila kebetulan pun tiada makna?

No comments: