Tuesday, July 12, 2011

Kopi dan Teh Leci

Pejam mataku usai sudah, bahkan ketika embun masih menggantung di pucuk dedaunan, pun ketika kokok ayam belum terdengar. Segalamu bergelimang dalam inderaku, rasa harum sentuh wujud bisik.

Dalam suatu masa, kamu hadir dalam setiap waktuku, menggenggam tanganku dan bahkan gerutumu ceriakan hati dalam kenakalan kecil yang kerap kulakukan.

Cerita kita bahkan telah punya lembaran akhir sebelum segalanya sempat ditulis. Tapi segalanya pun tetap bermula, mengalir dalam bergelas kopi di setiap pagiku dan bergelas teh leci di setiap petangmu.

Buku kita belum akan naik cetak, walaupun sudah duduk manis di meja editor. Cerita tentang kopi dan teh leci, di suatu hari lalu. Siapa yang akan tahu kalau akan ada cerita tentang kopi dan teh leci, lagi, di suatu hari kemudian.

No comments: